kau dan lembayung senja

Kehidupan tidak punya wajah, apalagi berwajah dua
Bukan seperti kau bicara harga diri,
Bukan pula kau cari jati diri
Siang bermukena, malam terbuka dada

Pulang sana...
Jangan teruskan kau punya langkah kaki
Tubuh kau layu bunga, siapa sudi ?
Bersyukurlah atas helaan nafas selama ini

Dahulu kau intan berharga, dielu dan dipuja-puja
Kini laksana sampah saja, dibuang tiada guna
kau beranjak tua, masa muda yang kau bangga
Perlahan menjauh pergi, meninggalkan diri

Pulanglah sana...
Mengemis maaf, bagi setumpuk khilaf
Selagi masih tersisa waktu untuk membuatnya berbeda
Sebelum kesempatan berwujud perasaan sesal tiada tara

9 komentar:

- Tampilkan/Sembunyikan Seluruh Komentar -
narti mengatakan...

mudah-mudahan masih sempat meminta maaf sebelum kesempatan berwujud perasaan sesal tiada tara

sda mengatakan...

penuturan yang berbeda, salut deh,....nulis lagi ya...

just me mengatakan...

Good article, I hope you comment me back on my blog, thanks

!Techno! mengatakan...

Wach nyaman bgt sob berkunjung disini dan selalu ada yang baru,keep posting and keep in touch my friend...:D

Rkeyla mengatakan...

Wach...memprihatinkan bgt sob puisinya

alkatro mengatakan...

indahnya mawar berduri
yang menyayat hati
tidak semua manusia seperti kelihatanya
karena
hidup adalah misteri
... kaburr...

Aulawi Ahmad mengatakan...

wah puisimu ini berbeda dgn yg biasanya bro, memang waktu dan kesempatan itu sangat terbatas, seringya sadar dan menyesal itu terlambat datangnya..btw awardmu dah tak pajang di post yg dulu bro "The Poet" tq b4

Itik Bali mengatakan...

Nice Poems
Romantis banget ya..
wah blognya keren abis deh

aan mengatakan...

Siang bermukena, malam terbuka dada
kadang ada juga malam terbuka dada siang bermukena,, hehe nice post sob..

award dari sobat sudah sy terima,bila berkenan ambil award dariku ya,,mksh

Poskan Komentar

" Komentar dari anda akan sangat berarti bagi saya ... "

- aephobia © 2008 | Diberdayakan oleh blogger -