Kabut langit

Sebelum ini malam koyak dan menyerah
Lamunanku mendadak pecah pada cermin istirah
Linglung mencari musim-musim yang gugur sudah
Hingga dalam segelas hati terpaksa kutuangkan lagi tetes gelisah
Laiknya kesegaran tapi itu tak cukup menenangkan


Bulan saksinya,
Bahwa aku tetap tak ingat apa yang telah aku lupakan !

9 komentar:

- Tampilkan/Sembunyikan Seluruh Komentar -
ا شين mengatakan...

suka dengan inversi kata ya.. :-)

Rchymera mengatakan...

Wach sepertinya lg gundah gulana ya sob,btw mhn maaf be bs berkunjung lg coz banyak kesibukan yang harus saya selesaikan slm sukses selalu...:D

narti mengatakan...

bagus sekali penggunaan kata2 nya...walau keadaan lg gelisah.

Techno mengatakan...

Wach jago bikin puisi nich sobat dan keren2 puisinya,terus berkarya dan sukses selalu...:D

kadek setzer mengatakan...

sob mari tukaran banner dan link serta saling follow ya,,
visit me at http://pariwisatadanteknologi.blogspot.com/
im waiting for u,,btw pusi cinta ya? hehe,,keren

FAISAL HILMI mengatakan...

duh.. puitisnya.. baru mampir lagi nih...

Aulawi Ahmad mengatakan...

apa kabar bro, lama dak kunjung :)suka dgn kata2 aku tak ingat dengan apa yg aku lupakan :)

belatihati mengatakan...

malam memang menginspirasi...
saya begitu terkesan dengan malam...
sudikah anda mampir di rumah sederhana saya...

belatihati.wordpress.com

tengkiu

Rchymera mengatakan...

Wow puitis bgt nich sob,btw ditunggu dirumah baru ane yach hehehe...a:

Poskan Komentar

" Komentar dari anda akan sangat berarti bagi saya ... "

- aephobia © 2008 | Diberdayakan oleh blogger -